Di pantai Oaxaca, penyu belimbing zaitun Ikan ini menjadi bintang dalam salah satu tontonan alam terpenting di pesisir Meksiko. Setiap tahun, mulai bulan Juli, ribuan spesimen spesies ini tiba di pantai untuk bertelur, sebuah proses mendasar bagi kelangsungan hidup dan pemulihan populasi mereka, yang telah terancam selama beberapa dekade oleh tindakan manusia dan faktor lingkungan yang merugikan.
Selama musim bersarang saat ini, otoritas lingkungan telah memperkuat kehadiran mereka di area-area penting seperti Suaka Pantai La Escobilla dan Morro AyutaDi bidang-bidang ini, Jaksa Federal untuk Perlindungan Lingkungan (Profepa) dan Kementerian Angkatan Laut (Semar) melakukan operasi pengawasan, setelah mengidentifikasi masalah perburuan telur yang sedang berlangsung, praktik ilegal yang terus berlanjut di wilayah tersebut meskipun ada hukuman yang ditetapkan oleh hukum Meksiko.
Kedatangan bersejarah dan angka musim
Tahun ini, kedatangan pertama tercatat mulai 19 Juli dan berlanjut selama beberapa hari. Menurut perkiraan resmi, sekitar XNUMX orang tiba hanya dalam satu gelombang. 42.870 penyu belimbing, menyetorkan sekitar 3,8 juta telur Di La Escobilla. Di Morro Ayuta, jumlahnya melampaui satu juta telur hanya dalam lima hari aktivitas.
Kondisi cuaca, terutama curah hujan dan suhu tinggi, telah mendukung kedatangan yang lebih banyak, sehingga meningkatkan harapan keberhasilan inkubasi dan kelahiran anak ayam baru. Musim lalu, tercatat delapan kedatangan besar, dan totalnya lebih dari 64 juta telur disetorkan, dengan tingkat darurat mendekati 22,4%.
Tantangan: penjarahan, impunitas, dan ancaman lingkungan

Meskipun ada upaya, ekstraksi telur ilegal terus menjadi salah satu masalah utama konservasi penyu belimbing. Dalam operasi baru-baru ini, beberapa kantong berisi ribuan telur yang diekstraksi secara ilegal ditemukan dan diangkut ke kamp-kamp penyu dalam upaya untuk melestarikannya. Namun, impunitas terus berlanjut, dengan sedikit pelaku yang teridentifikasi dan dihukum, sehingga memungkinkan perdagangan gelap terus berlanjut menghasilkan pendapatan bagi mereka yang mengeksploitasi sumber daya alam ini.
Penjarahan bukan satu-satunya ancaman. Pertumbuhan pariwisata, terutama ekowisata yang tidak diatur, menciptakan tekanan tambahan. Pengunjung yang berlebihan dapat meningkatkan perubahan area bersarang, sementara polusi cahaya dari pembangunan pariwisata dapat membingungkan betina dewasa dan anak anjing yang baru lahir. Selain itu, sampah plastik, predator alami seperti burung atau kepiting dan tradisi kuliner terus membahayakan masa depan spesies tersebut.
Tantangan-tantangan yang ada ditambah dengan penyakit yang muncul dan perubahan iklim, yang mengubah habitat dan memengaruhi kelangsungan hidup sarang. koordinasi antara lembaga pemerintah, entitas akademis, dan masyarakat setempat sangat penting untuk menanggapi tantangan ini.
Pentingnya pengawasan dan tindakan masyarakat
El Staf Angkatan Laut dan Profepa Tim melakukan patroli harian untuk mendeteksi dan menghentikan aktivitas ilegal, selain memantau sarang dan memastikan keamanan selama proses pemijahan dan penetasan. Telur-telur yang diselamatkan dari pemburu liar dikubur di tempat yang aman atau ditempatkan di kandang-kandang terlindung di pantai, di mana telur-telur tersebut diawasi secara ketat hingga menetas, yang biasanya terjadi antara 45 dan 60 hari kemudian.
Hukum Meksiko secara ketat melindungi penyu belimbing zaitun, diklasifikasikan sebagai spesies yang terancam punah menurut NOM-059-SEMARNAT-2010 dan tercantum dalam CITES Lampiran I. Mengonsumsi, menjual, atau memanen telurnya dapat mengakibatkan hukuman penjara hingga sembilan tahun, meskipun penerapan sanksi yang efektif masih memiliki batasan.
Inisiatif dari ekowisata komunitas telah berkontribusi dalam memperkuat hubungan antara masyarakat pesisir dan spesies ini. Dalam konteks ini, para mantan pemburu telah menjadi penjaga sarang, mendapatkan penghasilan alternatif, dan menumbuhkan persepsi bahwa penyu merupakan warisan alam. Upaya-upaya ini telah menghasilkan peningkatan tingkat bersarang dan kelangsungan hidup tukik.
Masa depan penyu belimbing di Meksiko akan bergantung pada kolaborasi antara otoritas, ilmu pengetahuan dan masyarakatPengawasan, pendidikan lingkungan, dan pengembangan model pariwisata yang bertanggung jawab sangat penting untuk memastikan spesies ikonik ini terus hadir setiap tahun di pesisir Oaxaca dan mempertahankan siklus hidupnya. Melindungi keanekaragaman hayati laut membutuhkan upaya berkelanjutan dan visi bersama untuk mengatasi risiko dan memanfaatkan peluang konservasi.
